Kamis, 30 April 2015

Penjelasan Implementasi Cobit

Alasan Menggunakan Cobit :
1. Kesulitan manufaktur perusahaan pakaian dalam menginstal perangkat lunak rantai pasokan biaya itu diperkirakan US $ 200 juta
2. Sebuah perusahaan publik mengakui bahwa runtuhnya virtual sistem pelaporan keuangan dikurangi nilai pasar sebesar sepertiga dalam satu hari
3. Sebuah krisis operasional setelah penggabungan dua perusahaan transportasi dijiplak ketidakmampuan untuk mengkoordinasikan sistem TI mereka
Manfaat Cobit adalah : Sebuah produk dan jasa perusahaan teknologi disimpan USD 12 miliar selama dua tahun dengan menghubungkan potongan-potongan yang berbeda dari rantai pasokan, sehingga mengurangi tingkat persediaan

Eksekutif membutuhkan cara yang lebih baik untuk: Langsung IT untuk keuntungan optimal,  Mengukur nilai yang diberikan oleh IT, Mengelola IT terkait risiko. Kelebihan lain dari cobit adalah :  Diterima secara global sebagai satu set alat yang menjamin IT bekerja secara efektif, Berfungsi sebagai kerangka kerja menyeluruh, Menyediakan bahasa umum untuk berkomunikasi tujuan, sasaran dan hasil yang diharapkan kepada semua pemangku kepentingan
Karena Cobit telah mencangkup: Keselarasan strategis TI dengan tujuan bisnis, Pengiriman nilai jasa dan proyek-proyek baru, Manajemen risiko, Manajemen sumber daya, Pengukuran kinerja
Sehingga COBIT sering digunakan di tingkat tertinggi pemerintahan IT karena  Ini menyelaraskan praktek dan standar seperti ITIL?, ISO 27001 dan 27002, dan PMBOK Meningkatkan keselarasan Dengan kebutuhan bisnis Meliputi spektrum penuh Kegiatan yang berhubungan dengan IT

Kamis, 23 April 2015

Cobit


Link Jurnal : https://docs.google.com/file/d/0B1o5Rn1sEEZxN051QjIxY09GV2s/edit?usp=docslist_api
Berdasarkan hasil analisis menggunakan Cobit, maka dapat dilihat bahwa tingkat kematangan secara
keseluruhan proses TI pada perusahaan yang diaudit berada pada skala rata –
rata 2,74, ini merupakan nilai yang cukup baik bagi sebuah perusahaan dimana
sudah ada prosedur namun belum sepenuhnya baku atau dilaksanakan.
Juga bisa untuk menganalisa berapa banyak proses TI pada perusahaan itu. Sehingga terdapat 9 proses TI pada level Repeatable but
intuitive, dan 18 proses pada level Defined.
Berdasarkan hasil mapping antara business goals The Arista Hotel Palembang
dan COBIT Framework 4.1, terdapat 27 IT process dan 159 detailed control
objectives yang harus diperhatikan.
Tetapi belum mempunyai IT Plan dan standar Tata kelola
TI yang baku.